Anak Anda susah BAB ? Waspada Mega Colon !

Ketika anak berusia sekitar 1,5 tahunan terdeteksi menderita penyakit Mega Colon.Apa itu Mega Colon? Menurut dokter Ivan Ishadi Sofyan,SKp mega colon adalah : penyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adanya motilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi.

Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel – sel ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid Colon. Dan ketidak-adaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi usus spontan (Betz, Cecily & Sowden : 2000). Penyakit Hirschsprung atau Mega Kolon adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi aterm dengan 3 Kg, berat lahir lebih banyak laki – laki dari pada perempuan. (Arief Mansjoeer). Untuk lengkapnya bisa baca disini,
Aduh bingung ya arti kedokterannya, Berdasarkan pengalaman anak sendiri, mega colon hampir mirip dengan sembelit, tetapi lebih parah gitu. Anak ketahuan menderita mega colon ketika berusia sekitar 1,5 tahun, atau ketika anak mulai mengkonsumsi makanan keras selain ASI. Menurut pengalaman, tanda-tanda anak yang terkena mega colon adalah : Anak tidak bisa BAB dalam waktu lama biasanya 3-9 hari, ketika anak ingin BAB mengalami kesulitan yang luar biasa sakitnya, warna kotoran menjadi agak gelap kecoklatan.
Untuk sharing pengalaman yang lain bisa dibaca disini

Bila anak anda mengalami tanda-tanda seperti diatas waspadalah, jangan jangan anak anda terkena mega colon. Lebih baik kita mengetahui lebih dini dari pada terlambat ya nggak?
Lalu apakah mega colon bisa disembuhkan? Jawabnya bisa asal diketahui sedini mungkin. Dari yang hanya terapi obat sampai dilakukan pembedahan usus besar. Alhamdulillah anak dapat sembuh dengan terapi obat. Sebelum menentukan terapi yang pas bagi anak biasanya akan di lakukan foto rontgen, untuk mengetahui seberapa besar kelainan pada colon. Nah dokter yang cukup ahli radiologi adalah Dokter Fajar Winarto,SpRad (RS PMI Bogor).

Menurut beberapa ahli mega colon sebetulnya (dalam kondisi ringan) dapat sembuh seiring perkembangan usia anak dan kesempurnaan perkembangan organ tubuh anak itu.

Terapi untuk meringankan penyakit mega colon antara lain
-Dengan Daun Banci. Daun banci mirip daun Bayam.Yaitu daun banci dibuat sayur
-Bisa juga mengurangi takaran susu menjadi sedikit lebih encer.Atau bisa juga susu diganti susu UHT
-Memperhatikan pola makan anak.Konsumsi seimbang, sayuran yang banyak mengandung serat
-Mengkonsumsi obat-herbal.Beberapa herbal yang gunakan adalah : Pelawas, Malac, Herba Tujuh Angin, Omega 3 (semuanya produk HPA Malaysia)

Sumber:

http://www.bekalsehat.web.id/2010/02/anak-anda-susah-babwaspada-mega-colon.html

Ketika anak berusia sekitar 1,5 tahunan terdeteksi menderita penyakit Mega Colon. Apa itu Mega Colon ? Menurut dokter Ivan Ishadi Sofyan,SKp Mega Colon adalah : penyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adekuatnya motilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi.

Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel – sel ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid Colon. Dan ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi usus spontan ( Betz, Cecily & Sowden : 2000 ). Penyakit Hirschsprung atau Mega Kolon adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi aterm dengan 3 Kg, berat lahir£lebih banyak laki – laki dari pada perempuan. ( Arief Mansjoeer,). Untuk lengkapnya bisa baca disini,
Aduh binun ya arti kedokterannya. Emm tapi menurut bekalsehat, berdasarkan pengalaman anak, mega colon hampir mirip dengan sembelit, tetapi lebih parah gitu. Anak dulu ketahuan menderita mega colon ketika berusia sekitar 1,5 tahun, atau ketika anak mulai mengkonsumsi makanan keras selain ASI. Menurut pengalaman, tanda-tanda anak yang terkena mega colon adalah : Anak tidak bisa BAB dalam waktu lama biasanya 3-9 hari, ketika anak ingin BAB mengalami kesulitan yang luar biasa sakitnya,warna kotoran menjadi agak gelap kecoklatan.

Untuk sharing pengalaman yang lain bisa dibaca disini
Bila anak anda mengalami tanda-tanda seperti diatas waspadalah, jangan jangan anak anda terkena mega colon. Lebih baik kita mengetahui lebih dini dari pada terlambat ya nggak?
Lalu apakah mega colon bisa disembuhkan? Jawabnya bisa asal diketahui sedini mungkin. Dari yang hanya terapi obat sampai dilakukan pembedahan usus besar. Alhamdulillah anak dapat sembuh dengan terapi obat. Sebelum menentukan terapi yang pas bagi anak biasanya akan di lakukan foto rontgen, untuk mengetahui seberapa besar kelainan pada colon. Nah dokter yang cukup ahli radiologi adalah Dokter Fajar Winarto,SpRad (RS PMI Bogor).
Menurut beberapa ahli mega colon sebetulnya (dalam kondisi ringan) dapat sembuh seiring perkembangan usia anak dan kesempurnaan perkembangan organ tubuh anak itu.
Terapi untuk meringankan penyakit mega colon antara lain
-Dengan Daun Banci. Daun banci mirip daun Bayam.Yaitu daun banci dibuat sayur
-Bisa juga mengurangi takaran susu menjadi sedikit lebih encer.Atau bisa juga susu diganti susu UHT
-Memperhatikan pola makan anak.Konsumsi seimbang, sayuran yang banyak mengandung serat
-Mengkonsumsi obat-herbal.Beberapa herbal yang bekalsehat gunakan adalah : Pelawas, Malac, Herba Tujuh Angin, Omega 3 (semuanya produk HPA Malaysia)

Re-post dengan sedikit perubahan
Sumber: http://www.bekalsehat.web.id/2010/02/anak-anda-susah-babwaspada-mega-colon.html?showComment=1290345950679

Kumpulan Komentar tentang Hirschprung, Megacolon, Sembelit, BAB

Copy Paste dari Blog : http://arifs.blog.ugm.ac.id/2009/06/17/kumpulan-komentar-tentang-hirschprung-megacolon-sembelit-bab/

Berikut ini saya coba re-post beberapa komentar terkait tulisan-tulisan saya di blog terdahulu yang terkait dengan hirschprung, megacolon dan sembelit (kesulitan BAB). Semoga mengingatkan kembali beberapa sharing dari rekan2 yang mempunyai problem sama.

tsunamizawa: website para orangtua yg anak-anaknya pernah kena HD

Amilla Vitriandy: Bung Surip… sayang sekali saat saya membaca artikel ini anak saya sudah ”kadung” terkena TOXIC MEGA COLON.nAnak perempuan saya berusia 9 tahun dan ketika harus ”di-Rumah Sakit-kan” kondisinya sudah sedemikian parah sehingga usus besarnya harus diangkat total beserta usus rentetaya yang sudah rusak berat sepanjang 90 cm… :-( nBesok anak saya akan menjalani operasi penyambungan usus & colostomy-nya setelah 5 bulan berlalu.Penyesalan rasanya gak akan hilang seumur hidup saya karena sebenarnya ciri-ciri Hirschprung sudah tampak didiri anak saya sejak dia masih balita. Sayang sekali saya sebagai Ibu sama sekali nggak ”aware” dan terlalu sibuk bekerja untuk sedikit perduli terhadap keadaan anak saya. Dan ketika semuanya ketahuan… sudah agak terlalu terlambat untuk bisa diobati :-(nAlhamdulillah nyawa anak saya masih bisa diselamatkan, walau semua itu harus dibayar mahaL dengan harga obat-obatan yang luarrr biasa mahallll Semoga bisa menjadi pelajaran agar kita sebagai orang tua khususnya Ibu supaya jauh lebih perduLi & ”jeLi” terhadap kondisi anak kita… :-)

Surip Kethip: Bu Amilla,Terima kasih sharenya. Semoga operasinya lancar dan putri ibu segera baik kembali. Amien. Sebetulnya saya sendiri sebagai ayah yang anaknya juga terkene Mega Colon cukup kawatir apabila nanti terlanjur parah seperti yang putri ibu alami. Anak saya kebetulan saat ini genap 3 tahun, mudah2an saya segera akan menemukan obatnya dan menentukan yang terbaik untuk anak saya. Yang jelas terima kasih sharingnya, karena ini menjadi pelajaran berharga bagi saya juga untuk tidak menyepelekan kondisi si kecil. Semoga anak-anak kita diberi kekuatan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan itu yah! Salam dari Jogja – Arif S

Mufti: Tetanggaku ada yang mengalami hal seperti itu. Ada yang menyarankan untuk makan daun banci yang dibikin sayur(bentuknya aku juga belum tahu gimana). Setelah satu hari BAB lancar, selanjutnya selama seminggu tetanggaku itu makan dengan sayur godhong banci.

Administrator: Iya muf… aku juga udah lakukan itu kok. Udah dikasih daun banci, bahkan sampai sekarang aku nanam pohoya. Emang sangat berpengaruh kok. Aku pernah nulis mengenai daun banci ini di alamat bawah ini: http://arifs.staff.ugm.ac.id/myblog/?p=38 by the way, thank yah sharingnya.

Mufti: Ini bisa terjadi pada orang yang sudah dewasa atau usia lanjut gak ya?

Administrator: Wah.. setahuku dari yang aku baca sih jarang banget terjadi pada orang dewasa, soalnya biasanya hirsprung itu ”bawaan” lahir. Jadi sebetulnya keadaan itu sudah dimulai sejak lahir. Jadi kalopun itu terjadi pada orang dewasa menurutku itu emang karena udah ada ”potensi” sebelumnya yang tidak di”sadari”. Tapi sejauh yang aku baca, kebanyakan terjadi pada anak-anak kok.

vety linurianti: Dok, saat ini kami sedang bingung, anak pertama kami saat ini sudah berusia 6 bulan.nselama 3 bulan sejak kelahiraya anak kami selalu BAB setiap hari (min 3-4x sehari) tapi kotoraya encer (air+busa) dan perutnya sering kembung.nsetelah bulan ke-4 kondisinya justru sebaliknya, sampai saat ini BABnya sangat jarang, kadang 5hari sekali, kadang sampai 7-8 hari sekali…hal ini berlangsung sampai sekarang.nDan yang membuat kami sedih, pada waktu BAB bayi kami selalu menangis seperti menahan sakit, kotoraya berwarna agk gelap (abuabu) dan agak lengket.nkami bingung, kami sudah kedokter, tapi hanya diberikan obat pencahar untuk mengeluarkan kotoran, kami tidak mau anak kami jadi tergantung dengan obat.nKami mohon bantuan dokter, apa yg harus kami lakukan, dan kira2 anak kami terkena gejala penyakit apa? karena kalo memang terkena megacolon mengapa setelah kelahiraya anak kami justru sering BAB.nTrimakasih kami mohon jawaban bapak.

Administrator: Mbak Vety,Sedikit meluruskan, saya bukan dokter. Saya kebetulan saja punya anak yang sempat di”vonis” terkena megacolon. Tapi hasil Barium enema menunjukkan tidak ada gejala megacolon. Saya hanya akan coba share saja ke mbak vety. Anak saya dulu juga begitu, kalo mau BAB pasti menangis dan seperti menahan sakit yang amat sangat, bahkan biasanya sampe berkeringat ”deras”. Kami telah melakukan berbagai usaha untuk itu mulai dari mencoba merubah asupan makanaya, sampai dengan menggunakan obat2an alternatif. Menurut yang saya baca dan keterangan dokter, kalau anak kita terkena megacolon salah satunya adalah kalau kita beri pencahar biasanya reaksinya tidak bagus. Atau biasa saja. Tapi kalo diberi pencahar atau buah seperti pepaya langsung bisa BAB, biasanya itu karena sembelit biasa. Warna kotoran yang abu-abu ya memang karena kotoran itu sudah terlalu lama di dalam perut atau dapat dikatakan udah ”busuk”. Ada beberapa hal yang ingin saya coba share-kan ke mbak vety:n1. Kalo sudah memakai susu tambahan (bukan asi) coba kurangi perbandingan takaran, misal kalo tadinya 120 ml air + 3 sendok susu, coba airnya dikasih sedikit banyak misal jadi 150 ml. n2. Atau coba ganti susunya, karena saya juga punya pengalaman dengan mengganti susu cukup berpengaruh.n3. Kalo udah cukup umur coba dikasih susu UHT, itu juga cukup membantu.n4. Di tempat kami ada yang namanya daun “BANCI”, yang mirip bayam. Dengan di sayur ternyata itu juga sangat membantu proses BAB si kecil.n5. Biasakan makan pepaya yang benar2 matang (masak), jangan yang setengah masak.n6. Pencahar harus menjadi alternatif terakhir dalam penanganan, artinya kalo memang tidak BAB sudah 4 hari lebih mungkin alangkah lebih baik memang dikasih pencahar, karena kotoran memang harus segera dikeluarkan.n7. Coba konsultasikan tidak hanya dengan ”satu dokter”. Saya sendiri melakukan konsultasi dengan dokter ahli bedah anak, dokter ahli penyakit dalam, dokter ahli radiologi, dan ahli pengobatan alternatif. Jadi kita memang harus selalu mencari tahu. Bahkan saya tanya ke kebiasaan masyarakat sekitar menghadapi anak yang sulit BAB. Contohnya saya mendapatkan informasi daun ”BANCI” justru dari tukang pijat bayi, kemudian juga khasiat seduhan “BUNGA SERUNI” dari ahli alternatif yang disarankan oleh shinse.Itu sementara yang bisa saya share, coba dulu dengan memperhatikan pola makan si kecil terutama SUSU. Salam Arif S

vety linurianti: Terimakasih atas tanggapan bapak sebelumnya.nMaaf kalo boleh kami tahu yang dimaksud susu UHT itu seperti apa? dan untuk anak usia brp? karena sudah kami tanyakan ke apotek tapi mereka tidak tahu.nDan untuk daun “banci” kalo bisa tolong ditampilkan gambarnya karena kami kesulitan mendapatkaya disini.nTerimakasih banyak, maaf merepotkan bapak.

Administrator: Mbak Vety,Oh Susu UHT itu ada banyak di toko-toko. Saya pikir di Hypermart-Carefour dsbnya pasti ada. Ya susunya dengan kemasan ”dus” ada yang kecil dan besar (biasanya ada tulisaya UHT). Coba cari saja di bagian counter khusus susu cair. Untuk umur, saya enggak memperhatikan di bungkusnya, tapi anak saya emang saya berikan itu setelah dia tidak lagi minum ASI (2 tahunan), tapi coba nanti saya lihat lagi di bungkusnya siapa tahu ada informasinya.nUntuk daun ”banci”, baik nanti segera saya berikan gambarnya di blog saya ini. Sudah rencana lama sebetulnya untuk sharing gambarnya, hanya belum sempat2. Nanti coba saya sempatkan foto pohoya dan langsung saya upload. nBaik, semoga anak ibu segera membaik kondisi BABnya. Salam Arif S

Wsdnbhd: Saya pohon agar anda perlihatkan gambar daun Jarak dan daun Banci agar senang saya mencarinya.Saya berada di Malaysia, dan anak saya menghidapi penyakit “Hirshprung” sejak lahir.

Administrator: Ya, saya akan usahakan secepatnya untuk dapat tampilkan gambar kedua daun tersebut. Saya sudah take a picture hanya belum sempat saya transfer dan upload ke blog saya. Tunggu yaaa…

Handaru: Pak Arif,nperkenalkan nama saya handaru, anak saya baru lahir tanggal 10 agustus 2007,dia lahir pada usia kandungan baru masuk 9 bulan, dokter anak saya baru memberitahu ke saya kalau anak perempuan saya ini mengidap mega colon.. saya ingin sekali sharing dengan orang tua yang anaknya mengalami ini juga. dan benar anak saya pernah di test barium enema.. tapi tidak ada hasil yang membaik.. dan dokter mengkonsulkan ke dokter bedah anak. Memang untuk masalah seperti ini tidak bisa hanya kita konsul kepada “satu orang” saya sampai hari ini sudah berapa banyak dokter dan saudara yang saya minta saran.. Pak Arif,untuk jalan alternatif pada bayi yang belum berusia 1 bulan ini apakah ada saran?? terima kasih Handaru

Administrator: Pak Handaru, Sebelumnya saya ucapkan selamat atas kelahiran Putri Bapak. Saya sendiri belum tahu mesti menyarankan apa untuk penanganan bayi yang usia baru mau menginjak 1 bulan. Tapi mungkin alangkah lebih baik kalo Bapak coba cari informasi dulu ke dokter ahli bedah anak, dokter ahli usus (penyakit dalam), dan dokter ahli radiologi. Barium enema biasanya dilakukan untuk mengetahui sejauh mana anak atau bayi kita terkena Mega Colon. Itu digunakan untuk mengetahui dimana letak kelainan pada usus anak kita. Dari hasil barium enema tersebut biasanya dokter tahu (dibantu ahli radiologi) dimana letak kelainan itu, nah kalo sudah tahu baru dapat dipastikan apakah terkena mega colon atau tidak. Atau kalau sudah terkena mega colon, biasanya untuk mengetahui dimana letak ”penyumbatan” sehingga dapat dilakukan penanganan lebih lanjut (misal dipotong usus yang terkena mega colon). Oh ya, biasanya dokter memberi tahu hasil dari barium dan menjelaskan dimana letak kelainaya. Kalo belum diterangkan, coba tanyakan ke dokter dimana letak kelainaya. Ciri-ciri terkena mega colon biasanya perut bayi kita membesar, BAB bisa sampai 1 minggu sekali, kalo kentut bau busuk sekali. Mungkin pertama lebih baik pak Handaru perhatikan ciri-ciri fisik (pada perut) dan juga pola BAB si kecil. Kalo jarang BAB dan perutnya besar, berarti dugaan terkena mega colon memang ada benarnya. Biasanya sih dari barium enema kelihatan. Hal lain adalah usahakan agar diberi ASI aja dulu, jangan diberi susu tambahan. Karena pengalaman saya, susu tambahan ini sering menyebabkan anak konstipasi atau sulit BAB. Sementara itu dulu dari saya, saya senang kalo dapat share. Semoga putri Bapak membaik dan tidak terkena mega colon.Salam Arif S

M.NAZAR: Terima kasih banyak sudah memuat keluhan anak saya. anak saya baru berumur 22 hari dan jenis kelamiya perempuan. Masalahnya anak saya perutnya kembung sekali tapi waktu buang air besar berwarna kuning normal seperti biasanya tapi waktu buang air besar sering kali ngedat hingga mukanya kemerahan. apakah bayi saya ada kelainan atau terkena penyakit apa?

Administrator: Bung Nazar,Ada kemungkinan kelainan, tapi better apabila dibawa dulu ke dokter. Karena tentunya perut kembung itu banyak sebab, termasuk kemungkinan terkena hirsprung. Kesulitan untuk BAB di masa kecil kadang menjadi ”biasa” karena memang sepertinya anak kecil belum bisa ”mengejan” atau membiasakan agar dapat mendorong kotoran keluar. Tapi kalo setiap akan BAB selalu sulit dan perut kembung, memang tidak ada salahnya kalo kita harus waspada. Usul saya periksakan dahulu ke dokter anak, karena tetap butuh diagnosa secara lengkap, tidak bisa hanya melihat satu dua sisi saja.

Teguh: Terima kasih ya, berkat artikel ini anak saya berumur 4,5 bulan sudah bisa buang air besar. Setelah tidak BAB selama 4 hari. Saya coba cara nomor 1 (pake daun jarak).

Administrator: Pak teguh,Syukurlah, semoga anak Bapak selalu diberi kesehatan. Amien. Saya senang apabila sharing pengalaman saya bisa membantu orang lain yang mempunyai masalah dengan si kecil. Mudah2an kita selalu diberi kesehatan yah!

Huda: pak surip.dimana saya bisa dapatkan daun ””banci dan bunga seruni””karena anak saya 2th,juga mempunyai problem sama.susah bab setelah pakai susu formula

Huda: saya mempunyai anak umur 2th 3bulan.sejak minum susu formula babnya mulai ngadat.persis seperti ananda bapak surip kethip.kalau boleh tahu dimanakah saya bisa mendapatkan daun Banci dan Bunga Seruni. ditunggu jawabanya. terima kasih huda

Administrator: Maaf pak huda dimana yah? Terima kasih sudah mampir di BLOG saya. Saya tidak tahu dimana saja itu berada he he, tapi kalo Bapak mau saya di rumah ada pohon banci…. mungkin kalo pas ke Jogja bisa mampir. Untuk bunga seruni memang agak sulit pak, saya saja dulu diberi teman yang kebetulan dapat dari seorang shinse. Katanya sih dia dapatnya di Bali. Tapi anyway, coba cari di toko2 shinse mungkin ada semacam teh dari daun seruni. Oh ya, anak saya sekarang mengkonsumsi ”KLOROFIL” produk dari K-link, ternyata juga sangat membantu loh. Mungkin bisa dicoba juga itu. Untuk susu formula memang sebaiknya dibuat sedikit cair pak (encer), pengalaman itu cukup membantu mengurangi kesulitan BAB. Semoga membantu.Salam Arif “Surip Kethip” :) )

Huda: terima kasih banyak bapak arif atas pencerahaya.posisi saya berada di jakarta.mungkin pak arif punya koneksi di jakarta yang mempunyai daun banci n bunga seruni.kalau prodak klorofil yang bapak pakai yang nana ya????saya lihat di webnya k-link banyak sekali prodaknya,kalau bisa di apload pic-nya ( ngarep……..)maturnuwun bapak arif surip kethip huda

Triwahyono: Assalamu”alaikumnAnak saya umur 4 tahun, sudah selesai operasi 1 dan 2 megakolon. Tapi sampai sekarang, masih sulit nahan BAB. Sering BAB di celana, dan frekuaensi BAB nya lebih sering dibanding anak normal. apakah memang demikian akibat operasi, sampai umur berapa bisa normal atau apakah masih ada yang belum sempurna??

Anton: Pak Tri atau Bapak/Ibu yg anaknya pernah di operasiBerapa biaya operasi 1 & 2 untuk mega kolon trm ksh atas jawabaya Anton

Administrator: Wa”alaikumsalam Pak Tri,Beberapa kasus katanya memang ada yang berefek setelah operasi malah BABnya kadang tidak tertahankan. Mungkin itu memang proses saja pak.. tapi better ditanyakan ke dokternya pak. Kalo perlu cari referensi ke dokter ahli lain yang bukan dokter yang mengoperasi si kecil, biar lebih objektif. Anyway, mungkin ada rekan lain yang bisa bantu memberikan informasi untuk pak Tri. Saya sendiri akan coba cari informasi mengenai hal ini sebagai bahan sharing. Salam Arif

Triwahyono: terima kasih tanggapan bapak ibu sekalian:nanak saya biaya operasi 2 X tahun 2003 habis 1.Rp.5 juta (tapi dokter gratis ) ke 2. Rp.11 jt, nAlhamdulillah.. anak saya sekarang tinggi badan 95 cm berat (belum ditimbang) beratnya kurang lah. Saya tunggu sampai umur 5 tahun .. mudah2 bisa normal…nSekarang sih sudah bisa ke wc.. cuman sering nenpel dulu di celana….. Tapi sudah tidak seperti waktu umur sebelum 3 tahun… sering sekali BAB di celana, sudah sekolah sekarang TKterimasih semuanya

sudiman: Dimana dokter dan rumah sakit yang direkomendasikan untuk penanganan HD

Administrator: Kalo di kota lain saya sendiri kurang tahu. Tapi untuk di Jogjakarta sepertinya dr. Rohadi, Sp.BA (Spesialis bedah anak) bisa direkomendasikan. beliau punya rumah sakit khusus bedah di daerah Bantul, Jogjakarta. Beliau sudah terbiasa menangani operasi dan penanganan anak-anak yang terkena Megacolon atau HD. Beliau juga sering menangani operasi pemisahan anak kembar siam di RS Sardjito. Semoga membantu. Untuk daerah lain mungkin ada teman2 yang bisa kasih informasi? Salam Arif

Hanungbayu: Bu, istri saya baru mengandung anak pertama. Usia kehamilan 14 minggu, betapa terkejutnya ketika dilakukan USG ternyata si junior didiagnosa terkena megacolon. Sudah dilakukan second opinion ke RS lain, pake USG 3D segala, ternyata sama saja. Ada beberapa alternatif, namun disarankan untuk diakhiri saja karena sudah diketahui semenjak dini. Yang mengurangi beban psikis, menurut agama saya, di Al Quran disebutkan ruh baru ditiupkan setelah usia 120 hari atau 4 bulan, jadi kemungkinan si junior akan diakhiri. Menurut ibu dan juga kawan-kawan semua, apakah tindakan ini bijak? Adakah effort lain sebelum dilakukan pengguguran? Terima kasih.. Saya tunggu respoya… Hanungbayu@yahoo.com 0815912XXXX/9302XXX

Administrator: Kenapa hanya second opinion? Kalo saya biasanya untuk memutuskan sesuatu yang ”penting”, apalagi menyangkut keselamatan anak, saya biasa cari info tidak cuman satu dua dokter, tapi bisa 3 sampai 4 dokter. Belum ditiupkaya ruh, bukan berarti anda terbebas dari namanya ”pembunuhan”. Karena bagaimanapun janin yang sedang dikandung adalah ”bakal” ciptaan Alloh yang ”hanya” DIA yang boleh mengambil dan menentukan baik buruknya. Apalagi dugaan megacoloya masih sangat premature, yakni usia kandungan masih kurang dari 4 bulan. Saran saya, coba cari third and fourth opinion sebelum menentukan langkah itu. Tanya ke dokter yang biasa menangani pasien megacolon.

Hanungbayu: Siap bu, besok kita emang sudah rencana ke RSCM, dengan dokter Bambang Karsono, katanya dia ahli di bidang ini. Semoga saja ada solusi terbaik.. Amien…

redjeki lie: anak saya mengidap hischsprung dan sudah di operasi pada usia 2 hari (kolostomi)dan usia 6 bulan (penutupan kolostomi). sekarang usianya sudah 5.3 tahun. teapi bulan 7 kemarin/ tahun 2007 anak saya mengalami sembelit dan muntah-2 yang didiagnosis dokter sebagai ILEUS (penyumbatan/pengecilan saluran usus) gejala laiya tidak bisa buang angin maupun air besar. setelah diopname dan infus selama 3 hari baru sembuh. akan tetapi bulan Januari 2008 gejala penyakit ini berulang kembali dan baru bisa buang angin/air setelah diinfus selama 3 hari. tolong bantuan saran bagi yang berpengalaman atau yang tahu cara penyembuhaya/pencegahan agar anak saya dapat sembuh total. terima kasih kami sekeluarga ucapkan semoga tuhan melindungi kita semua.

aldi: Maaf mo nanya, tanda2 seorang anak terkena hirsprung gimana selain susah BAB?? Anak saya dulu sempat divonis hirsprung waktu berumur 30 hari, tetapi setelah menjalani tes barium enema ternyata hasilnya normal. Anak saya sekarang sudah berumur 2.5 th tetapi perut msh keliatan agak buncit meskipun tiap hari bs BAB, apakah ini termasuk hirsprung??? Kita bermaksud melakukan tes barium enema lagi tetapi msh bingung karena takut efek pshikisnya terhadap anak….thx

ughie: pak dimana saya bisa dapatkan tumbuhan banci… saat inisaya tinggal di semarang…terima kasih infonyaaa. wassalamualaikum wr. wb.

ughie: saya ughiec … sys waktu anak saya 1 bulan saya periksakan ke rs kariadi…. kata dokter muda… anak saya kena megacolon… perasaan saya hancur saat ituu. mengapa harus anak saya…waktu itu di suruh opname..tapi saya menolak alasan ada acara selapanan… kemudian… saya cari alternatifff… saya berfikir…kasihan anak baru 1 bulan harus di operasi…. kemudian bilangnya setelah umur 6 bulan ada operasi tahp 2.. habis itu katanya seminggu 2x harus di masukin alat kayak sendok.. sampai usus yang disambung sebesar anak normalll. wahhh saya tambah stressss mendengarnya…. saya coba ke orang
pintarr..alhamdulillah sudah hampir tiga tahun anak saya sekarang umurnya…sekarang anak saya berak 3x dlm seminggu..kadang 2 hr sekali.. kadang sehari 1xkadang 3 hr sekali….setelah saya membaca rubik ini saya jadi waswas juga…. lha saya harus memperhatikan betul jadwal babnya… saya mohon info untuk daun banci di semarang ada yang jual ngaak mas arifff… klo ad saya di email dong alamatnya…..di masugie@yahoo.com ….. mungkin banyak anak yang terkena mega kolon.. yapi mereka gak bisa share karena komputer aja nggak punya apalagi internet kayak gini..ini saya baru kaliini cari info mg kolon lwt internetmudah2an ada orang yang bisa membantu… tolong email ke alamat email saya. masugiec@yahoo.com

Rony Wijaya: Assalamu’alaikumAnak saya baru berumur 2 bulan, BABnya sekali dalam satu hari kadang jg 2 hari baru BAB. Perlu diketahui anak saya minum susu formula karena istri saya tidak bisa mengeluarkan asi. Yang mau saya tanyakan :

  • apakah normal hal tersebut?
  • warna kotoraya juga hijau kekuningan jika babnya 1x sehari, tp jika lebih dari 1 hari babnya warnanya agak gelap dan agak bau, apakah hal tersebut juga normal?

Mohon informasinya Terima kasih, Rony Wijaya

Arif S: He he he.. Pak Fajar juga bisa loh memberi masukan ke teman2 yang punya masalah sama dengan saya, agar tidak terjadi salah informasi. Lha pak Fajar khan yang dokter beneran… kalo saya hanya sekedar cerita pengalaman saja. terima kasih.

Umey: Anaku usia 21 hari divonis dokter terkena megacolon. aku ga mau dia dioperasi jadi aku bawa ke pengobatan alternatif. sejak itu sampai sebulan yang lalu anaku BAB 2 sampai 3 kali seminggu, .sekarang usianya sudah 5 bulan.Saat ini anaku susah BAB lagi. Saya sudah memberikan pepaya saring untuk memancing BAB tetapi tidak BAB juga.jadi aku mulai memasukan obat pencahar lagi ke duburnya. tetapi anehnya perutnya tidak pernah kembung walau 10 hari ga BAB dan setelah diberi pencahar BAB yg keluar tidak cair dan tidak kental, tidak keras, bagus saja seperti pasta, warna PUN-nya juga hijau kekuningan, bentuk perutnya juga normal tidak mengecil di bawah.tidak ada ciri2 hischprung lagi pada anak saya.kenapa kok anak saya ga bisa BAB lagi? napa yang harus saya lakukan?napa harus tes Barium Enema?nsaya harus ke dokter mana apa ke Dokter spec. Pencernaan anak atau ke Spec bedah anak?nada yg tau dokter yg bagus? saya tinggal di jakarta selatan.Tolong dibantu ya pak….Terima kasih banyak… konsultasi kesehatan: Salut Pak…..kayak dokter spesialis aja bahasaya…makasih sharingnya.

Administrator: Mas Rony…Singkat aja. Berdasar informasi yang pernah saya dapatkan dari beberapa dokter, kalo BAB 1-2 hari itu masih wajar kok. Apalagi warna kotoraya masih kuning atau hijau. Biasanya memang kuning, berubah hijau kalo asumsi makanan sayuran kita cukup banyak. Untuk kotoran yang berwarna gelap dan juga bau, ya semakin lama kotoran ditumpuk maka akan semakin bau dan gelap warnanya. Makanya kalo kita lama tidak BAB pasti kotoran yang kita keluarkan akan berwarna gelap dan baunya minta ampun. Begitu juga maaf kentutnya.. pasti akan bau sekali. nSepertinya sih putra mas Rony normal-normal saja. Hanya memang untuk susu formula kita mesti hati2 dan perhatikan, karena sering sekali susu formula ini lah yang menyebabkan anak kita menjadi konstipasi atau sulit BAB. Kalo masih 1-2 hari BAB saya pikir masih wajar, tapi kalo sudah lebih mungkin perlu diperhatikan pola makan dan konsumsi formulanya. Salam Arif S

Juni: saya tertarik membeli produk klorofil utk konsumsi pribadi, dimana saya bisa mendapatkan produk tsb? terimakasih.

Administrator:
Mas/Mba Juni…nSaya kira anda hanya perlu cari sebuah counter K-Link di kota anda. Itu produk dari K-Link jadi saya pikir mudah untuk ditemukan. Salam Arif S

CHOLISHAH ALAWIYAH:
Anak saya juga mengalami hal yang sama, susah BAB sampai kadang-kadang lebih dari 3 hari, saya tinggal di Karawang, Jawa Barat, kira -kira rumah sakit mana yang memiliki fasilitas rontgen barium enema ???

Administrator:
BU Cholishah.. mestinya di rumah sakit daerah ada lah untuk barium enema. Karena prinsipnya foto rontgeya hampir sama, hanya pada barium enema itu pada saluran usus akan dimasukkan cairan (barium) dan nanti proses fotonya berulang kali. Hal ini untuk melihat cairan itu sudah sampai dimana dan mengetahui penyumbatan atau penyempitaya ada dimana. Coba tanya di RS Daerah bu…

Thomasz: halo pa kabar,nsaya pengen nanya apa boleh klorofil dikonsumsi dengan penggunaan obat-obatan dari dokter, ketika yang bersangkutan lagi sakit serta ingin asupan gizi yang bagus bagi tubuh, biar lekas sembuh serta stamina terjaga? yang ke dua apa efek negatif dari klorofil yang mungkin bisa terjadi pada tubuh yang mungkin alergi?nsaya tunggu jawabanya, terima kasih.

Yanti: adik saya wiwin (20 th) juga mengalami sakit dengan kondisi yang sama. dia mengalami sejak bayi. dia sudah mengalami operasi 4 kl. dan harus memakai kolostomi. bulan maret lalu dia menjalani operasi dan pemasangan kolostomi dan ususnya berada di luar. harus buang air menggunakan kantung kolostoni dan minggu depan dia harus kembali menjalani operasi untuk ke 5 kali. dan yaitu memasukan kembali ususnya. ini sangat memprihatinkan, terlebih untuk kondisi fisik adik saya meskipun dia bisa menyelesaikan SMU-nya dengan baik. tapi dalam keseharian dia kerap kali tidak bernagkat karena sakit. atau berulang kali masuk sumah sakit dan butuh perawatan sampai 2 bulan tiap kali masuk.saya berharap setelah ini dia tidak harus menjalani operasi lagi. saya ingin minta tolong seandainya ada yang mengetahui informasi tentang pengobatan dengan cara alternatif atau yang lain.

Boim: Saya penderita wasir (kalo berak selalu keluar darah) apa benar kalo minum K-Link malah tambah keluar terus darahnya.. katanya 1 sendok makan = 1 kg sayur. mohon penjelasan

Nuraeni: pak arif, anak saya 10.5 bulan, selalu susah bab sejak mpasi. susu masih full asi. pup kadang 1-3 hari sekali. sekarang pup bisa tiap hari tapi selalu sambil menangis. pup nya juga padat sekali. sudah saya perhatikan betul asupan serat dan air putihnya. untuk serat tdk ada masalah karena adina suka sayur dan buah. tapi untuk air putihnya perlu effort banget supaya bisa masuk. pepaya baru2 ini aja rutin diberikan tiap hari karena tadinya selalu muncul merah2 di muka setelah makan pepaya. di rumah ada tanaman jarak. itu buat diapakan ya pak? bukan untuk dimakan kan? apa perlu konsultasi ke dokter ya pak….terima kasih

LINI: apakah minyak kelapa bisa diganti dengan minyak baisa ynag dalam kemasan untuk resep no.1?

Administrator: Mbak Lini…nPada prinsipnya, minyak itu berfungsi agar daun tidak gosong ketika di ”panas”kan dan memudahkan kelenjar minyak yang ada di daun jarak keluar. Jadi menurut saya tidak ada masalah kalo mau diganti dengan minyak biasa (asal jangan minyak tanah aja yah) :) )

Administrator: Ibu Nuraeni, Ya memang kalo fesesnya sampe keras itu yang sedikit berbahaya menurut beberapa dokter. Tapi kalo sudah bisa tiap hari seharusnya udah bagus tuh bu.. Daun jarak biasanya saya gunakan untuk ”memacu” anak agar cepat BAB. Biasanya kalo perut anak kita udah kembung, sementara anak sulit BAB saya gunakan daun jarak itu. Caranya ya cukup dengan di”garang” (dipanaskan) diatas tutup panci misalnya dengan diolesi terlebih dahulu minyak kelapa. Jangan sampai gosong.. cukup sampai layu dan hangat. Nah Daun jarak itu biasanya saya letakknya di perut agak ke bawah dan di pinggang (tulang
ekor). Dan biasanya tidak beberapa lama anak akan kentut dan diikuti tak berapa lama BAB. Paling tidak anak bisa kentut sehingga mengurangi perut kembung.nYa.. kalo untuk memastikan mungkin perlu konsultasi ke dokter anak, atau bahkan katanya denger2 ada dokter anak yang spesialisasinya khusus pada urusan usus dan teman2nya :) .nOh ya…. bisa dicoba juga kalo ibunya juga makaya dibanyakin yang mengandung serat, jadi akan berpengaruh pada asi yang dihasilkan. Salam… semoga membantu. Mungkin ada rekan lain yang punya pengalaman, dapat disharing disini.

lelly: thanks mas arif atas share nya.nmau cari info lagi, anak yang mengidap megacolon kalo diare ato disentri gimana ya?…..nGak bisa saya bayangkan perut melilit tapi gak bisa keluar,ato malah bisa BAB ya????nSoalnya saya pernah tanya ibu seorang anak yang kena megacolon, katanya selama 2,5 tahun usia anaknya belum pernah diare. Saya mohon info dari teman-teman suwun

Yasir: assalamu”alaikum…Saya juga ingin sharing,karena kbtln anak saya juga didiagnosa hirschprung pd usia 2bln (sekarang usia anak saya 8 bln). Karena RS di KAL-TIM tidak memadai,maka dokter merujuk anak saya ke SBY. Saya juga sempat mencari info di internet, tapi justru membuat saya khawatir karena hampir semua jalan yang ditempuh adalah operasi.karena tidak tega melihat bayi saya, saya sempat membawa anak saya ke pengobatan alternatif, hasilnya anak saya bisa BAB 3-5x dalam 1hr. Tapi itu hanya berlangsung selama 1minggu saja. Akhirnya saya membawa anak saya ke RS.DHARMO di SBY. Setelah menjalani tes colon
in loop, anak saya dinyatakan hirschprung short type da tidak perlu menjalani operasi karena ternyata kerusakan ususnya

Arif Surachman: Pak Yasir,Wa”alaikumsalam.nYa setahu saya sepertinya kalo masih ”short type” masih bisa ”tertolong” tanpa operasi. Saya dulu diberitahu sama dokter anak saya. Ya yang penting kita ”latih” agar si kecil tetap ke ”belakang” untuk BAB setiap hari walopun akhirnya belum BAB. Dulu saya disarankan agar asupan untuk anak dan ibu yang menyusui jangan lupa untuk banyak yang mengandung serat, sehingga akan membantu proses pencernaan. Ya saya berdoa semoga kita semua orang tua yang memiliki permasalahan sama dengan anak kita selalu diberi kekuatan dan keyakinan bahwa akan ada selalu jalan keluar terbaik buat anak-anak kita. Amien. Thank sharingnya mas Yasir. Salam Arif S

Arif Surachman: Mbak Umey… kalo sampai 10 hari tidak BAB menurut saya sih ”enggak sehat”. Saya sedikit ”surprise” karena kok sepertinya kalo di Jakarta banyak bayi yang baru umur beberapa bulan langsung divonis megacolon atau hirsprung oleh dokter. Prinsip saya sih jangan terburu-buru, tapi tetap waspada. Anak saya dulu divonis ”megacolon” sekitar usia 1,5 tahunan dan juga diharuskan operasi. Tapi saya bersikeras ”menunggu” perkembangan hingga dilakukan berbagai cara sampai barium enema. Intinya saya ingin sejelas-jelasnya tahu kondisi si kecil, bukan ”hanya” sekedar praduga. Makanya saya dulu konsultasi dengan dokter anak, dokter ahli bedah anak, dokter penyakit dalam yang mendalami masalah usus, dokter radiologi hingga alternatif. Sekarang anak saya usia 4,5 tahun dan alhamdulilah sekarang BAB setiap 1-2 hari sekali. Mudah2an ini pertanda baik. Kalo saran saya sih konsultasikan dulu dengan dokter bedah anak atau dokter anak yang memang spesialisasi di usus (saya dengar ada). Anak saya dulu dilakukan barium enema untuk lebih yakin saja melihat kondisi ”usus” dan ”penyumbatan”nya. Kalo dokter bagus di Jakarta saya sendiri tidak tahu, mungkin ada rekan yang bisa bantu? Demikian mbak Umey share saya. Salam dari Jogja. Maaf baru menanggapi.

Arman Efendi: Saya pernah menggunakan K-LINK, memang bagus untuk melancarkan peredaran darah, namun untuk penderita ambeien harap jangan meminumnya karena darah akan lancar terus, anus anda akan sakit dan tidak sembuh2, saya sudah mengalaminya…

Kuyus: wah .. apa bener ini produk K-link? Saya dapat anjuran dari tante saya yang diabet. Katanya bagus untuk peredaran darah juga daya tahan tubuh. Kelemahan saya, badan kurus, underweight en maag cukup parah. Jadi nafsu makan turun. Sering mual en cepat lelah. Mudah mudahan ini bisa memacu nafsu makan saya en maagnya jadi lebih berkurang. ..

Juwadi: salam kenal mas arif saya juga di jogja kalau boleh saya minta no yg bisa di hub soalnya anak saya juga megidap penyakit megacolon jadi kalau bisa ketemu saya sangat berterima kasih soalny saya mau berkonsultasi sama sampean masalahnya sakit anak saya ini agak aneh lalu menurut dokter rohadi yg di panti rapih tidaak perlu tindakan operasi yg membuat saya setrees ini masukrumah sakit yg kedua kalinya kasihan anaknya terima kasih mau menolong matur nuwun sanget

Yusuf: bos…aku pernah kena infeksi salauran ginjal, creatinin saya dulu mencapai 7 tapi sekarang normal,lha kalau minum klorofil berbahaya apa tidak?

Serat Alami: Bagi anda yang mengalami masalah BAB/ sembelit berkepanjangan. Saya sarankan untuk mencoba mengkonsumsi serat pangan yang bersumber dari kulit ari beras/ rice bran yang secara traditional dikenal sebagai bekatul. Bekatul mengandung serat amat tinggi, memiliki efek pembersiahan kolon/ usus. Sehingga elastisitas usus menjadi baik kembali dan pencernaan menjadi lebih baik. Solusi kesembuhan bersifat permanen dan yang terpenting alami. Efek bisa dirasakan dalam waktu cepat. Untuk mengetahui tentang rice bran secara detail silahkan klik http://www.seratalami.com sekian info dari saya http://www.seratalami.com

Arif: Mas/Mbak Ewot Ysh…Sudah pernah liat bentuknya daun banci? Silahkan liat di posting saya disini, sepertinya sudah ada Mudah2an membantu. Untuk nama ilmiah atau latiya, saya sendiri sebetulnya tidak tahu. Tapi nanti coba saya tanya2 dan cari informasi. Salam. Arif

Nofa: Mas,Saya kira seorang dokter. Penjelasaya sederhana dan mudah dimengerti. Hebat.nSaling berbagi yuk di http://www.sahabatsehat.co.cc

Ewot: pak, saia butuh bantuan niy…ponakan saia punya masalah usus besar, nah…saia mo nyoba obat alternatif, sebelum pilihan terakhir-di operasi, obatnya itu namanya “Daun Banci”, nah yg bikin pusing itu kan nama lokal (kalo g salah daerah semarang), saia mohon bantuaya kira2 bapak taw gak nama ilmiahnya…biar nyarinya lebih gampang…nmaturnuwun sanget sak b4-nya !

Umey: Terima kasih friends for sharingnya. Selain sulit BAB anak saya juga menderita alergi. karenanya saya pergi ke Dr.spec.alergi anak di Rs. Bunda (Dr. Widodo/pasieya banyak bo..), saya menyebutkan kebiasaan2 Anak saya (Tidur gelisah, Sering timbul bintik2 merah dikulit, sering gumoh, sering ngusap2 hidung,sering mukul, aktif banget dan menurut Dr. tsb anak saya menderita Alergi. dan akibat dari alergi membuat anak bisa tidak BAB.karena saya masih menyusui maka oleh Dr tersebut saya diberi daftar makanan,minuman dan buah yg bisa dikonsumsi dan yg tidak. Alhamdullilah sekarang BABnya sekarang dua hari sekali paling lambat seminggu 3 kali.dan Anak saya tidak perlu Operasi.Buat rekan2 yang anaknya divonis terkena megacolone, jangan langsung percaya.. tapi coba ke beberapa dokter (Dr. Spc. Alergi Anak, Dr. Pencernaan anak, Dr. Penyakit Dalam) Periksa bener2 dulu…Salam Umey

Arif Surachman: Mas Thomaz.. selama ini sih kami baik2 saja memakai klorofil dengan obat2an. Tapi saran saya sih lebih baik konsultasikan dengan dokter yang memberi obat2an aja mas.. karena who knows.. tiap orang reaksinya berbeda loh biasanya dengan obat2an. Kalo alergi. pengalaman kami enggak ada.. mungkin ada teman2 lain yang punya pengalaman seperti ditanyakan
mas thomas?

Arif Surachman: Terima kasih pak Edi. Doa saya juga untuk putra/putri Bapak. Semoga cepat sembuh. Amin. ELnada alhamdulillah sekarang udah lumayan lancar BABnya dan tidak dioperasi sampai saat ini. Dan 30 APril kemaren sudah genap 5 tahun umurnya, mudah2an BABnya selalu lancar. Sementara kadang dibantu air OXY untuk memacu (apabila terpaksa sudah lebih dari 3 hari tidak BAB).

Arif Surachman:
Terima kasih sharingnya pak Ahmad. Semakin banyak yang sharing akan semakin banyak alternatif untuk menolong anak-anak kita yang ”tervonis” mega colon.

Edi Santoso: Anak saya juga mengalami hal yang sama.. Sudah satu minggu ini anak dan istri saya ada di surabaya untuk periksa di RS Dr. Soetomo surabaya.. Kebetulan kami tinggal Kupang-NTT. dokter sini yang menyarankan untuk berobat di Jawa… Sungguh saya khawatir sekali akan penyakit Hirschsprung.. semoga saja elnada cepat sembuh.. seperti doa saya kepada anak saya…Amiin ya robbal alamin.

Arif Surachman: salam kenal balik mbak Lelly. Saya turut prihatin, mudah2an bukan mega colon. Tapi menurut saya, mbak lelly tidak perlu terlalu ”panik” menghadapi ”vonis” dokter. Karena kadang belum tentu pas analisa. Makanya biasanya nanti untuk menyakinkan analisa2 tersebut perlu ada pemeriksaan lebih lanjut seperti mempelajari gejalanya, melakukan rontgen biasa hingga dengan barium enema. Tidak perlu takut untuk diperiksakan ke dokter bedah, siapa tahu nanti ada informasi yang lebih tepat untuk menangani permasalahan yang terjadi. Saya sendiri ”berkutat” dengan hal tersebut kurang lebih 2,5 tahunan. Bahkan dulu anak saya sudah divonis harus dioperasi, dan saking kawatirnya setahun saya tidak kembali ke dokter ahli bedah anak yang mengusulkan operasi. Saya upayakan dengan berbagai cara (sudah banyak saya coba ceritakan di posting2 saya di blog ini). Namun berdasarkan pemeriksaan terakhir (dengan dokter radiologi dan penyakit dalam) malah tidak ditemukan megacolon. Anak saya sekarang sudah mau 5 tahun usianya (april nanti), dan alhamdulillah jadwal BABnya hampir pasti 1-2 hari sekali dan tidak lagi begitu sering mengedan dan kesakitan. Bahkan prosesnyapun sudah cepat. Dulu untuk BAB bisa memakan waktu 1-3 jam keluarnya sampe kelelahan. Alhamdulillah sekarang sudah tidak. Jadi, tidak ada perlu yang dikawatirkan dengan pemeriksaan, justru itu menghindari kita untuk terlambat mengantisipasi. Walopun saran saya, jangan juga terburu2 mengiyakan semua vonis yang ada. Cari informasi sebanyak2nya itu intinya.nBaik semoga membantu, dan mudah2an putra mbak lelly segera membaik dan tidak terkena mega colon. Salam Arif S

Lelly: salam kenal mas arif,anak saya 2 bln, pada bln pertama bab lancar,sehari bisa 5x.tapi masuk bln kedua kalo BAB kelihatan ngeden,lalu saya bawa ke dokter anak, dikatakan disentri lalu diberi promuba,blm ada perkembangan,lalu saya pindah kedokter anak lain juga dikatakan sama,disentri, dikasih Claneksi, setelah minum Claneksi bisa BAB sehari 2x,kontrol yang kedua dapat Claneksi lagi,setelah obat habis BAB macet lagi, saya kembali ke dokter,masih didiagnosa disentri,obat diganti Flagyl, begitu tidak ada perubahana saya bawa ke Prof anak di Semarang, oleh beliau dikatakan anak saya lapar,hrs dikasih
makan pisang sama jeruk.saya agak heran anak 2 bln kok disuruh makan,tapi saya ikuti petunjuknya,sehari setelah makan bisa BAB,tapi setelah itu macet lagi.Saya kembali ke Prof lagi, dan diduga Megacolon.dan disuruh konsul ke bedah anak.Seketika itu hati saya hancurndan sampai sekarang belum saya kontrolkan ke bedah anak.ntolong info dari teman2,karena saya belum siap periksa ke dokter bedah anak.nmatur suwun

Dionipe: Sekedar sharing saja. Karena anak saya juga mengidap Mega Colon atau Hirsprung Disease. Saya memiliki anak dan berusia 23 bulan, pada umur 3 bulan anak saya divonis mengidap hirsprung disease atau mega colon. Alhamdulillah, dengan sering mungkin dengan terapi “spooling”, dan dibantu dengan berbagi pengobatan yang mengandung perkembangan saraf. Alhamdulillah, anak saya telah berangsur-angsur membaik. Dahulu disarankan untuk operasi. tetapi dengan melihat yang umurnya masih 3 bulan, niat operasi tersebut diurungkan dikarenakan belum menginjak umur 12 bulan. Dengan jangka waktu yang pendek, maka anak saya disaran terapi sendiri dengan “spooling” atau penyedotan melalui anus pada pagi hari dan sore hari, dengan dibantu susu yang baik pencernaanya. hingga saat ini anak saya sudah dapat BAB sendiri walaupun harus disuruh terlebih dahulu, terkadang tidak sama sekali.Yang terpenting sini adalah memberikan pola makan yang teratur, memberikan vitamin yang cukup, memberikan susu khusus pencernaan, untuk membantu pencernaaya saya memberikaya “vitacharm” bukan bermaksud untuk promosi karena ini terbukti untuk membantu pencernaan anak saya dan juga untuk membantu perkembangan sarafnya saya bantu dengan “Tahitian Noni”.itu saja mungkin yang dapat saya informasikan. semoga bermanfaat bagi kita semua.kalo untuk bertanya2 silahkan di ID YM sayanipeaja2003@yahoo.comnatau di 085755545278 Ahmad Rufain http://dionipe.co.cc

 

ASKEP MEGA COLON

A. Pengertian

Ada beberapa pengertian mengenai Mega Colon, namun pada intinya sama yaitu penyakit yang disebabkan oleh obstruksi mekanis yang disebabkan oleh tidak adekuatnya motilitas pada usus sehingga tidak ada evakuasi usus spontan dan tidak mampunya spinkter rectum berelaksasi.
Hirschsprung atau Mega Colon adalah penyakit yang tidak adanya sel – sel ganglion dalam rectum atau bagian rektosigmoid Colon. Dan ketidak adaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya peristaltik serta tidak adanya evakuasi usus spontan ( Betz, Cecily & Sowden : 2000 ). Penyakit Hirschsprung atau Mega Kolon adalah kelainan bawaan penyebab gangguan pasase usus tersering pada neonatus, dan kebanyakan terjadi pada bayi aterm dengan 3 Kg, lebih banyak laki – laki dari pada perempuan. ( Ariefberat lahir Mansjoeer, 2000 ). 

B. Etiologi
Adapun yang menjadi penyebab Hirschsprung atau Mega Colon itu sendiri adalah diduga terjadi karena faktor genetik dan lingkungan sering terjadi pada anak dengan Down syndrom, kegagalan sel neural pada masa embrio dalam dinding usus, gagal eksistensi, kranio kaudal pada myentrik dan sub mukosa dinding plexus.

C. Patofisiologi
Istilah congenital aganglionic Mega Colon menggambarkan adanya kerusakan primer dengan tidak adanya sel ganglion pada dinding sub mukosa kolon distal. Segmen aganglionic hampir selalu ada dalam rectum dan bagian proksimal pada usus besar. Ketidakadaan ini menimbulkan keabnormalan atau tidak adanya gerakan tenaga pendorong ( peristaltik ) dan tidak adanya evakuasi usus spontan serta spinkter rectum tidak dapat berelaksasi sehingga mencegah keluarnya feses secara normal yang menyebabkan adanya akumulasi pada usus dan distensi pada saluran cerna. Bagian proksimal sampai pada bagian yang rusak pada Mega Colon ( Betz, Cecily & Sowden, 2002:197).
Semua ganglion pada intramural plexus dalam usus berguna untuk kontrol kontraksi dan relaksasi peristaltik secara normal.
Isi usus mendorong ke segmen aganglionik dan feses terkumpul didaerah tersebut, menyebabkan terdilatasinya bagian usus yang proksimal terhadap daerah itu karena terjadi obstruksi dan menyebabkan dibagian Colon tersebut melebar ( Price, S & Wilson, 1995 : 141 ).

D. Manifestasi Klinis
Bayi baru lahir tidak bisa mengeluarkan Meconium dalam 24 – 28 jam pertama setelah lahir. Tampak malas mengkonsumsi cairan, muntah bercampur dengan cairan empedu dan distensi abdomen. (Nelson, 2000 : 317).
Gejala Penyakit Hirshsprung adalah obstruksi usus letak rendah, bayi dengan Penyakit Hirshsprung dapat menunjukkan gejala klinis sebagai berikut. Obstruksi total saat lahir dengan muntaah, distensi abdomen dan ketidakadaan evakuasi mekonium. Keterlambatan evakuasi meconium diikuti obstruksi konstipasi, muntah dan dehidrasi. Gejala rigan berupa konstipasi selama beberapa minggu atau bulan yang diikuti dengan obstruksi usus akut. Konstipasi ringan entrokolitis dengan diare, distensi abdomen dan demam. Adanya feses yang menyemprot pas pada colok dubur merupakan tanda yang khas. Bila telah timbul enterokolitis nikrotiskans terjadi distensi abdomen hebat dan diare berbau busuk yang dapat berdarah ( Nelson, 2002 : 317 ).

1. Anak – anak
a Konstipasi
b Tinja seperti pita dan berbau busuk
c Distenssi abdomen
d Adanya masa difecal dapat dipalpasi
e Biasanya tampak kurang nutrisi dan anemi ( Betz cecily & sowden, 2002 : 197 ).
2. Komplikasi
a Obstruksi usus
b Konstipasi
c Ketidak seimbangan cairan dan elektrolit
d Entrokolitis
e Struktur anal dan inkontinensial ( pos operasi ) ( Betz cecily & sowden, 2002 : 197 ) 

E. Pemeriksaan Penunjang

1. Pemeriksaan dengan barium enema, dengan pemeriksaan ini akan bisa ditemukan :
a Daerah transisi
b Gambaran kontraksi usus yang tidak teratur di bagian usus yang menyempit
c Entrokolitis padasegmen yang melebar
d Terdapat retensi barium setelah 24 – 48 jam ( Darmawan K, 2004 : 17 )
2. Biopsi isap
Yaitu mengambil mukosa dan sub mukosa dengan alat penghisap dan mencari sel ganglion pada daerah sub mukosa ( Darmawan K, 2004 :17 )
3. Biopsi otot rektum
Yaitu pengambilan lapisan otot rektum
4. Periksaan aktivitas enzim asetil kolin esterase dari hasil biobsi isap pada penyakit ini khas terdapat peningkatan, aktifitas enzimasetil kolin esterase ( Darmawan K, 2004 : 17 )
5. Pemeriksaan aktivitas norepinefrin dari jaringan biopsi usus
( Betz, cecily & Sowden, 2002 : 197 )
6. Pemeriksaan colok anus
Pada pemeriksaan ini jari akan merasakan jepitan dan pada waktu tinja yang menyemprot. Pemeriksaan ini untuk mengetahu bahu dari tinja, kotoran yang menumpuk dan menyumbat pada usus di bagian bawah dan akan terjadi pembusukan. 

F. Penatalaksanaan
1. Medis
Penatalaksaan operasi adalah untuk memperbaiki portion aganglionik di usus besar untuk membebaskan dari obstruksi dan mengembalikan motilitas usus besar sehingga normal dan juga fungsi spinkter ani internal.
Ada dua tahapan dalam penatalaksanaan medis yaitu :
a Temporari ostomy dibuat proksimal terhadap segmen aganglionik untuk melepaskan obstruksi dan secara normal melemah dan terdilatasinya usus besar untuk mengembalikan ukuran normalnya.
b Pembedahan koreksi diselesaikan atau dilakukan lagi biasanya saat berat anak mencapai sekitar 9 Kg ( 20 pounds ) atau sekitar 3 bulan setelah operasi pertama ( Betz Cecily & Sowden 2002 : 98 )
Ada beberapa prosedur pembedahan yang dilakukan seperti Swenson, Duhamel, Boley & Soave. Prosedur Soave adalah salah satu prosedur yang paling sering dilakukan terdiri dari penarikan usus besar yang normal bagian akhir dimana mukosa aganglionik telah diubah ( Darmawan K 2004 : 37 )
2. Perawatan
Perhatikan perawatan tergantung pada umur anak dan tipe pelaksanaanya bila ketidakmampuan terdiagnosa selama periode neonatal, perhatikan utama antara lain :
a Membantu orang tua untuk mengetahui adanya kelainan kongenital pada anak secara dini
b Membantu perkembangan ikatan antara orang tua dan anak
c Mempersiapkan orang tua akan adanya intervensi medis ( pembedahan )
d Mendampingi orang tua pada perawatan colostomy setelah rencana pulang ( FKUI, 2000 : 1135 )
Pada perawatan preoperasi harus diperhatikan juga kondisi klinis anak – anak dengan mal nutrisi tidak dapat bertahan dalam pembedahan sampai status fisiknya meningkat. Hal ini sering kali melibatkan pengobatan simptomatik seperti enema. Diperlukan juga adanya diet rendah serat, tinggi kalori dan tinggi protein serta situasi dapat digunakan nutrisi parenteral total ( NPT ) 

Konsep Tumbuh Kembang Anak

Konsep tumbuh kembang anak difokuskan pada usia todler yakni 1 – 3 tahun bisa juga dimasukkan dalam tahapan pre operasional yakni umur 2 – 7 tahun. Menurut Yupi. S ( 2004 ) berdasarkan teori peaget bahwa masa ini merupakan gambaran kongnitif internal anak tentang dunia luar dengan berbagai kompleksitasnya yang tumbuh secara bertahap merupakan suatu masa dimana pikiran agak terbatas. Anak mampu menggunakan simbul melalui kata – kata, mengingat sekarang dan akan datang. Anak mampu membedakan dirinya sendiri dengan objek dalam dunia sekelilingnya baik bahasa maupun pikiranya bercirikan egesenterisme, ia tidak mahu menguasai ide persamaan terutama berkaitan dengan masalah–masalah secara logis, tetapi dalam situasi bermain bebas ia cenderung untuk memperlihatkan perilaku logis dan berakal sehat pada tahap ini akan mulai mengenal tubuhnya
Pertumbuhan berkaitan dengan masalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang dapat diukur dengan ukuran berat ( gram, pounnd, kilogram ). Ukuran panjang ( cm, meter ). Umur tulang dan keseimbangan metabolik ( retensi kalium dan nitrogen tubuh ). Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi yang lebih komplek dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan sebagai hasil dari proses pematangan ( Soetjiningsih, 1998: 1 ).
Pada pertumbuhan fisik dapat dinilai pertambahan berat badan sebanyak 2,2 Kg/ tahun dan tinggi badan akan bertambah kira – kira 7,5 cm/ tahun. Proporsi tumbuh berubah yaitu lengan dan kaki tumbuh lebih cepat dari pada kepala dan badan lorosis lumbal pada medulla spinalis kurang terlihat dan tungkai mempunyai tampilan yang bengkok. Lingkar kepala meningkat 2,5 cm/ tahun dan fontanella anterior menutup pada usia 15 bulan. Gigi molar pertama dan molar kedua serta gigi taring mulai muncul ( Betz & Sowden, 2002: 546 ). 

1. Strategi Pengurangan Dampak Hospitalisasi Pada Usia Todler
Pada usia todler anak cenderung egosentris maka dalam menjelaskan prosedur dalam hubungan dengan cara apa yang akan anak lihat, dengar, bau, raba dan rasakan. Katakan pada anak tidak apa- apa menangis atau gunakan ekspresi verbal untuk mengatakan tidak nyaman.
Pada usia ini juga mengalami keterbatasan kemampuan berkomunikasi lebih sering menggunakan perilaku atau sikap. Sedikit pendekatan yang sederhana menggunkan contoh peralatan yang kecil ( ijinkan anak untuk memegang peralatan ) menggunakan permainan.
Pada usia ini menjadikan hubungan yang sulit antara anak dengan perawat diperlukan orang tua pada keadaan ini, apapun cara yang dilakukan anaka harus merupakan pertimbangan pertama. Ibu harus didorong untuk tinggal atau paling sedikit mengunjungi anaknya sesering mungkin ( Yupi, S 2004).

2. Fokus Intervensi

a. Konstipasi berhubungan dengan obstruksi ketidakmampuan Kolon mengevakuasi feces ( Wong, Donna, 2004 : 508 )
Tujuan :
1. anak dapat melakukan eliminasi dengan beberapa adaptasi sampai fungsi eliminasi secara normal dan bisa dilakukan
Kriteria Hasil
1. Pasien dapat melakukan eliminasi dengan beberapa adapatasi
2. Ada peningkatan pola eliminasi yang lebih baik
Intervensi :
1. Berikan bantuan enema dengan cairan Fisiologis NaCl 0,9 %
2. Observasi tanda vital dan bising usus setiap 2 jam sekali
3. Observasi pengeluaran feces per rektal – bentuk, konsistensi, jumlah
4. Observasi intake yang mempengaruhi pola dan konsistensi feses
5. Anjurkan untuk menjalankan diet yang telah dianjurkan
b. Perubahan nutrisi kurang dan kebutuhan tubuh berhubungan dengan saluran pencernaan mual dan muntah
Tujuan :
1. Pasien menerima asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang dianjurkan
Kriteria Hasil
1. Berat badan pasien sesuai dengan umurnya
2. Turgor kulit pasien lembab
3. Orang tua bisa memilih makanan yang di anjurkan
Intervensi
1. Berikan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan diet yang dianjurkan
2. Ukur berat badan anak tiap hari
3. Gunakan rute alternatif pemberian nutrisi ( seperti NGT dan parenteral ) untuk mengantisipasi pasien yang sudah mulai merasa mual dan muntah
c. Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan intake yang kurang (Betz, Cecily & Sowden 2002:197)
Tujuan :
1. Status hidrasi pasien dapat mencukupi kebutuhan tubuh
Kriteria Hasil
1. Turgor kulit lembab.
2. Keseimbangan cairan.
Intervensi
1. Berikan asupan cairan yang adekuat pada pasien
2. Pantau tanda – tanda cairan tubuh yang tercukupi turgor, intake – output
3. Observasi adanay peningkatan mual dan muntah antisipasi devisit cairan tubuh dengan segera
d. Kurangnya pengetahuan tentang proses penyakit dan pengobatanya. ( Whaley & Wong, 2004 ).
Tujuan : pengetahuan pasien tentang penyakitnyaa menjadi lebih adekuat
Kriteria hasil :
1. Pengetahuan pasien dan keluarga tentang penyakitnyaa, perawatan dan obat – obatan. Bagi penderita Mega Colon meningkat daan pasien atau keluarga mampu menceritakanya kembali
Intervensi
1. Beri kesempatan pada keluarga untuk menanyakan hal – hal yang ingn diketahui sehubunagndengan penyaakit yang dialami pasien
2. Kaji pengetahuan keluarga tentang Mega Colon
3. Kaji latar belakang keluarga
4. Jelaskan tentang proses penyakit, diet, perawatan serta obat – obatan pada keluarga pasien
5. Jelaskan semua prosedur yang akan dilaksanakan dan manfaatnya bagi pasien.

http://ivanishadi.blogspot.com/2009/06/askep-mega-colon.html

Waspada Jika si Kecil Terus-terusan Sembelit

Jangan abaikan sembelit pada bayi. Apalagi jika terus-terusan. Bisa jadi, ini pertanda bayi terkena hirschsprung, suatu kelainan yang terjadi pada usus besar. Telat menanganinya, bisa berakibat fatal.

Hirschsprung ditemukan tahun 1887 oleh seorang dokter Denmark, Harold Hirschsprung. Gejala awalnya, terus-menerus sembelit (konstipasi) dan perut kembung. Memang, bukan berarti setiap bayi sembelit dan perut kembung lantas menderita hirschsprung. Bisa jadi, ia hanya masuk angin, salah makan, kurang serat, atau cacingan. “Namun, kalau sembelit berlangsung lama, 3 hari sampai seminggu, sebaiknya segera bawa ke dokter, karena besar kemungkinan ia mengalami hirschsprung,” saran spesialis anak, dr. Budi Purnomo, Sp.A. dari RSAB Harapan Kita, Jakarta.

Kelainan ini terjadi pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga ke bagian atasnya, termasuk disfungsi pada ganglion parasimpatis. Ganglion parasimpatis adalah saraf yang berfungsi mengatur elastisitas usus besar agar bebas bergerak, melebar atau menyempit. Pada keadaan normal, jika tak ada makanan masuk, usus akan menyempit. Sebaliknya, saat masuk makanan, usus secara otomatis membesar. Ini agar sisa makanan yang tak terserap tubuh bisa dikeluarkan melalui anus.

Gangguan pada fungsi ganglion parasimpatis inilah yang mengakibatkan bayi terus-terusan sembelit. Penyebabnya, ujung usus besar (stingfer) pada bayi mengalami penyempitan alias tidak bisa melebar. Akibatnya, kotoran yang harusnya keluar, menumpuk dan menyumbat usus besar bagian bawah. Lambat-laun, perut bayi pun akan membesar, karena kotoran menumpuk di usus besar.

Semakin lama kotoran menumpuk, maka ia akan membusuk. Terkadang, akibat pembusukan kotoran, keluar cairan dari anus. Banyak orang tua dan dokter yang mengira bayi hanya mencret atau diare biasa. Padahal, itu merupakan tanda bahwa usus bayi mengalami gangguan. “Kalau sudah kronis, bayi bisa mengalami radang usus, bahkan meninggal,”jelas Budi.

TAK BISA DICEGAH
Meski tak bisa dicegah karena ada sejak bayi di kandungan, penyakit ini umumnya bisa cepat ketahuan. “Biasanya, di bawah usia setahun, sudah bisa diketahui apakah bayi mengalami hirschsprung atau tidak,” jelas Budi. Namun, hingga kini dokter belum bisa menemukan penyebab kelainan pencernaan ini. Yang jelas, kelainan ini bukan karena faktor turunan, juga bukan kesalahan ibu saat hamil.

Nah, agar tidak terlambat, sebaiknya orang tua bayi mewaspadai gejala-gejala hirschsprung. Sejak dini, perhatikan buang air besar pertama bayi setelah lahir. Pada bayi normal, 90 persen bayi sudah mengeluarkan mekonikum (buang air besar pertama bayi) dalam waktu 24 jam, paling lama 48 jam. Sedangkan pada bayi hirschsprung, buang air besar tak keluar-keluar selama waktu itu.

Jika pada sembelit biasa (sembelit fungsional), bayi hanya sesekali sulit buang air besar akibat kurang serat, maka pada hirschsprung, sembelit berlangsung lama. Kalaupun bisa buang air besar, paling-paling satu-dua kali seminggu. Padahal, bayi normal bisa buang air besar 5 – 6 kali sehari.

Selain itu, pada bayi normal, pemberian obat pencahar biasanya langsung membuahkan hasil. Sedangkan pada bayi hirschsprung, pemberian obat pencahar atau makanan berserat, seperti pepaya, tak banyak membawa hasil. Namun, pada hirschsprung pendek, misalnya 2 cm, pemberian obat pencahar dari anus terkadang masih mampu merangsang keluarnya kotoran, meski yang keluar adalah kotoran lembek.

Dapat juga dengan memeriksa cairan yang keluar dari anus bayi. Bila baunya busuk, orang tua harus waspada. Atau dengan memasukkan jari ke anus bayi. Jika jari terasa terjepit oleh lubang anus, kemungkinan besar bayi mengalami hirschsprung.

Riwayat buang air besar bayi juga bisa dijadikan pedoman. Jika sejak lahir, buang air besar bayi tak pernah normal, sebaiknya orang tua hati-hati. Pada diare yang normal, biasanya tidak ada riwayat buang air besar yang bermasalah. Tentu saja, butuh pemeriksaan ahli untuk memastikannya. Biasanya, dokter menggunakan bantuan rontgen dan barium enema untuk memastikannya. Menurut data di AS, kelainan hirschsprung lebih banyak dialami anak lelaki dibanding anak perempuan (3,8:1). Artinya, kemungkinan bayi lelaki mengalami kelainan hirschsprung lebih besar.

OPERASI TIGA KALI
Untuk mengetahui tingkat keparahan hirschsprung, dokter akan memeriksa seberapa sempit kerusakan usus yang terjadi. Setelah diketahui, dokter akan melakukan operasi untuk membuang bagian usus yang rusak tadi. Namun, membuang usus besar yang rusak pun harus ekstra hati-hati. Pasalnya, fungsi usus besar adalah untuk menyerap cairan, zat-zat, vitamin, yang tak mampu diserap usus halus.

Selain itu, di dalam usus besar juga terdapat kuman-kuman yang berguna bagi manusia, yaitu flora usus halus normal. Flora ini berguna untuk memproduksi vitamin K, untuk pembentukan darah, dan vitamin B12. Sehingga tubuh tak kekurangan darah atau anemia. Di usus besar itu juga flora mengeluarkan enzim-enzim pencernaan.

Jadi, pemotongan yang terlampau pendek bisa mengakibatkan daya serap usus besar jauh berkurang. Akibatnya, bayi akan terus-menerus diare karena cairan tak terserap oleh usus besar. Kejadian ini sering disebut “sindrom usus pendek.” Kalau ini terjadi, bayi biasanya mengalami kekurangan cairan. Nah, untuk mengatasinya, bayi harus diberi banyak minum. Kebutuhan cairan untuk bayi sekitar 100 cc/kg berat badan, paling banyak sekitar 100-200 cc/hari.

Operasi bisa berlangsung hingga tiga kali. Pertama, untuk membuang bagian usus yang tak ada bagian persarafannya. Yang kedua, kalau kerusakan usus tak terlalu panjang, akan langsung disambungkan ke anus. Kalau tak bisa, dokter akan kembali melakukan operasi untuk membuat lubang dinding perut sebagai pengganti anus sementara (kolostomi). Jadi, bayi buang air besar lewat lubang tersebut. Kolostomi juga berfungsi untuk mengembalikan usus besar bagian atas yang tadinya sudah melebar dan bagian bawahnya sempit kembali agar kembali normal.

Yang ketiga, bila usus sudah cukup panjang kelak, dokter akan kembali melakukan operasi dan menyambungkan usus ke anus. Biasanya, untuk menunggu usus lebih panjang dibutuhkan waktu sekitar 3 bulan. Sedangkan agar usus kembali normal melalui proses kolostomi, dibutuhkan waktu sekitar 6-12 bulan. “Jadi, setelah ukurannya sama, baru bisa menyambungnya kembali,” terang Budi.

Yang juga penting, setelah operasi kolostomi, bayi perlu perawatan ekstra. Penyambungan langsung usus ke dinding perut akan membuat kotoran terus-terusan keluar. Jadi, perlu sering-sering mengganti balutan. Saat membersihkannya pun harus memakai antiseptik agar kuman-kuman di dalam usus mati. Jika kurang bersih, bayi bisa terkena infeksi yang bisa berakibat fatal.

AKIBAT SINDROMA DOWN
Hirschsprung bisa juga bawaan dari sindroma down. Penyebab sindroma down adalah kelebihan kromosom nomor 21. Normalnya, manusia memiliki dua kromosom 21, tapi penderita sindroma down mempunyai tiga. Ini menyebabkan protein tertentu terbentuk secara berlebihan di dalam sel, sehingga mengganggu pertumbuhan janin.

Pada kromosom 21, ada berbagai kode genetik yang mengatur produk tertentu seperti enzim yang berperan dalam proses pertumbuhan. Kelainan pada seluruh sel inilah penyebab kelainan klinis bawaan yang menyebabkan aneka gangguan, dari gangguan penglihatan, infeksi saluran pernapasan, kelainan jantung, kelainan pembentukan otak, dan juga gangguan pencernaan, antara lain hirschsprung.

Untunglah, bayi sindroma down cukup jarang, hanya 1 dari 700 kelahiran. Namun, karena keberadaan kromosom tersebut mempengaruhi daya tahan hidup janin, sekitar 80 persen kehamilan dengan sindroma ini berakhir dengan keguguran.

http://nostalgia.tabloidnova.com/articles.asp?id=566

Kelainan Hirschsprung Pada Bayi

Jangan dipandang enteng, apalagi bila disertai perut kembung. Waspadai ada kelainan di usus besar.

Bila bayi kita perutnya kembung dan besar, disertai kesulitan BAB, jangan buru buru menyangka ia kena cacingan, masuk angin atau salah makan. Bisa jadi itu adalah kelainan yang dinamakan hirschsprung, sesuai nama penemunya, Harold Hirschsprung, pada 1887 di Jerman. Kelainan ini, terang dr. Eva J. Soelaeman, Sp.A, dari RSAB Harapan Kita, Jakarta, merupakan kelainan bawa-an sejak lahir, jadi tak bi-sa dicegah.Umumnya, kelainan ini di kandungan dan biasanya ketahuan di bawah usia se-tahun. Menurut data di Amerika, kelainan hirschsprung banyak dialami anak laki-laki dibanding anak perempuan, dengan perbandingan 3,8 : 1.

SEMBELIT TERUS

Kelainan hirschsprung terjadi pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga ke bagian usus di atasnya, termasuk ganglion parasimpatis, yang mengatur pergerakan usus hingga membuat usus dapat bergerak melebar dan menyempit.

“Nah, pada bayi yang punya kelainan hirschsprung, persarafan ini tak ada sama sekali, atau kalaupun ada, sedikit sekali. Ada-tidaknya persarafan inilah yang menen-tukan derajat ringan-beratnya kelainan hirschsprung,” jelas Eva. Kelainan ini, tam-bahnya, dari yang ringan sampai yang berat, akan membuat BAB si bayi jadi tak beres dan tak pernah normal. Bahkan, boleh dikata ia akan sembelit terus. Bukankah bila tak ada persarafan yang menggerakkan usus, maka makanan yang masuk tak bisa keluar ke anus?Jadi, kotoran akan menumpuk dan menyumbat usus di bagian bawah, hingga bayi tak bisa BAB. Penumpukan kotoran di usus besar ini akan membuat pem-busukan. Jika pembusukan terjadi dalam waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan dan tak ketahuan, di dalam usus besar akan banyak kuman. Pada akhirnya akan membuat radang usus. Bisa juga lama-lama karena pem-busukan kotoran, akan mengeluarkan cairan. Cairan ini akan merembes keluar tanpa bisa ditahan oleh anus karena tak ada persarafan tadi. “Mungkin orang tua ataupun dokter tak menyadari adanya kelainan ini, dianggapnya si bayi mengalami mencret atau diare biasa.”Untuk mengetahui perbedaannya dengan diare yang normal, terang Eva, bisa dicek dari baunya yang busuk. Selain itu, perut si bayi juga akan kembung sekali alias besar. Ditambah lagi dengan ada riwayat BAB yang tak pernah normal Sedangkan pada diare yang normal, biasanya sebelumnya tak ada riwayat BAB yang bermasalah. “Jadi, tiba-tiba terkena infeksi lalu mencret.”

TINDAKAN OPERASI

Untuk memastikan adanya kelainan ini dilakukan pemeriksaan dengan barium enema lewat anus. Hingga, bisa kelihatan seberapa sempit ususnya dan sebe-rapa panjang kerusakan usus yang terjadi.Bagian usus yang tak ada persarafannya ini harus dibuang lewat operasi. Operasi biasanya dilakukan dua kali. Pertama, dibuang usus yang tak ada persarafannya. Kedua, kalau usus bisa ditarik ke bawah, langsung disambung ke anus. Kalau ternyata ususnya belum bisa ditarik, maka dilakukan operasi ke dinding perut, yang disebut dengan kolostomi, yaitu dibuat lubang ke dinding perut. Jadi bayi akan BAB lewat lubang tersebut. Nanti kalau ususnya sudah cu-kup panjang, bisa dioperasi lagi untuk diturunkan dan disambung langsung ke anus. Biasanya menunggu sampai ususnya lebih panjang ini bisa makan waktu sampai 3 bulan, tergantung kondisi si anak. “Selama itu, anak tetap ha-rus dikontrol terus, dua minggu sekali atau sebulan sekali.”Jika orang tua tak menyadari bayinya mengalami kelainan ini alias kelainan ini dibiarkan terus berlangsung, maka perut si bayi makin lama makin membesar. Hal ini disebabkan usus besarnya lebar, sedangkan di bagian sfingter bawahnya kecil sekali.

“Kalau mau disambung ke anus nantinya tak bisa, karena ususnya sudah me-lembung dan tak bisa balik lagi.” Supaya mengecil, maka harus dikolostomi dulu, hingga usus menjadi kecil ini bisa makan waktu antara 6­12 bulan. “Jika ukurannya sudah sama barulah bisa disambungkan.”Menurut Eva, setelah dioperasi dengan dibuang kelainannya, BAB anak biasanya akan normal kembali. “Kecuali jika kelainannya parah sampai usus besarnya harus dibuang semuanya, maka akan tetap bermasalah.” Seperti diketahui, fungsi usus besar yang terpenting adalah menyerap cairan yang ba-nyak di dalam tubuh. Selain juga menye-rap zat-zat yang tak bisa diserap di u-sus halus, misal, vitamin-vitamin. Di dalam usus besar ini ada kuman-kuman yang dibutuhkan tubuh, yaitu flora usus normal. Flora ini berguna karena akan memproduksi vitamin K, untuk pembekuan darah, dan vitamin B12, agar tubuh tak kekurangan darah atau tak anemia. Nah, di usus besar ini pula flora terse-but mengeluarkan enzim-enzim pencernaan.Jadi, kalau di akhir usus halus ada 9 liter cairan per hari, misal, maka hanya 100 cc cairan tak akan diserap usus besar dan dikeluarkan bersama BAB.” Bisa kita bayangkan kalau usus besar tak ada, maka cairan dalam tubuh per harinya itu akan keluar semua. Ancamannya, anak bisa kekurangan cairan atau dehi-drasi alias akan diare terus. “Ini yang dinamakan sindrom usus pendek.” Kalau sudah demikian, mengatasi-nya dengan banyak minum. Kebutuhan cairan untuk anak sekitar 100 cc/kg BB, paling banyak 100-200 cc sehari. “Karena itulah, dalam memotong usus besar tak boleh panjang-panjang, harus diperhitungkan. Walaupun kondisi demikian jarang terjadi.

Penyakit Hirschsprung

Penyakit Hirschsprung (bahasa Inggriscongenital aganglionic megacolon, Hirschsprung disease, Waardenburg-Hirschsprung disease, Waardenburg syndrome type 4, WS4) adalah suatu bentuk penyumbatan pada usus besar yang terjadi akibat lemahnya pergerakan usus karena sebagian dari usus besar tidak memiliki saraf yang mengendalikan kontraksi ototnya. Hal ini disebabkan karena terjadi mutasi pada gen EDN3EDNRB, dan SOX10.[1]

Kelainan Hirschsprung terjadi karena adanya permasalahan pada persarafan usus besar paling bawah, mulai anus hingga usus di atasnya. Syaraf yang berguna untuk membuat usus bergerak melebar menyempit biasanya tidak ada sama sekali atau kalopun ada sedikit sekali. Namun yang jelas kelainan ini akan membuat BAB bayi tidak normal, bahkan cenderung sembelit terus menerus. Hal ini dikarenakan tidak adanya syaraf yang dapat mendorong kotoran keluar dari anus. Kotoran akan menumpuk terus di bagian bawah, hingga menyebabkan pembesaran pada usus dan juga kotoran menjadi keras sehingga bayi tidak dapat BAB. Biasanya bayi akan bisa BAB karena adanya tekanan dari makanan setelah daya tampung di usus penuh. Tetapi hal ini jelas tidaklah baik bagi usus si bayi. Penumpukan yang berminggu bahkan bulan mungkin akan menimbulkan pembusukan yang lama kelamaan dapat menyebabkan adanya radang usus bahkan mungkin kanker usus. Bahkan kadang karena parahnya tanpa disadari bayi akan mengeluarkan cairan dari lubang anus yang sangat bau. Kotoran atau tinja penderita ini biasanya berwarna gelap bahkan hitam. Dan biasanya apabila usus besar sudah terlalu besar, maka kotorannya pun akan besar sekali, mungkin melebihi orang dewasa. Ciri lain hirschprung adalah perut bayi anda akan kelihatan besar dan kembung serta kentutnyapun baunya sangat busuk. Selain itu juga riwayat BABnya selalu buruk atau tidak normal.

Penyakit Hirschprung

Usus besar

PENYEBAB Dalam keadaan normal, bahan makanan yang dicerna bisa berjalan di sepanjang usus karena adanya kontraksi ritmis dari otot-otot yang melapisi usus (kontraksi ritmis ini disebut gerakan peristaltik). Kontraksi otot-otot tersebut dirangsang oleh sekumpulan saraf yang disebut ganglion, yang terletak dibawah lapisan otot.

Pada penyakit Hirschsprung, ganglion ini tidak ada, biasanya hanya sepanjang beberapa sentimeter. Segmen usus yang tidak memiliki gerakan peristaltik tidak dapat mendorong bahan-bahan yang dicerna dan terjadi penyumbatan.

Penyakit Hirschsprung 5 kali lebih sering ditemukan pada bayi laki-laki. Penyakit ini kadang disertai dengan kelainan bawaan lainnya, misalnya sindroma Down.

GEJALA Gejala-gejala yang mungkin terjadi: – segera setelah lahir, bayi tidak dapat mengeluarkan mekonium (tinja pertama pada bayi baru lahir) – tidak dapat buang air besar dalam waktu 24-48 jam setelah lahir – perut menggembung – muntah – diare encer (pada bayi baru lahir) – berat badan tidak bertambah – malabsorbsi.

Kasus yang lebih ringan mungkin baru akan terdiagnosis di kemudian hari. Pada anak yang lebih besar, gejalanya adalah sembelit menahun, perut menggembung dan gangguan pertumbuhan.

DIAGNOSA Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik. Pemeriksaan colok dubur (memasukkan jari tangan ke dalam anus) menunjukkan adanya pengenduran pada otot rektum.

  1. Pemeriksaan yang biasa dilakukan: Rontgen perut (menunjukkan pelebaran usus besar yang terisi oleh gas dan tinja)
  2. Barium enema
  3. Manometri anus (pengukuran tekanan sfingter anus dengan cara mengembangkan balon di dalam rektum)
  4. Biopsi rektum (menunjukkan tidak adanya ganglion sel-sel saraf).

PENGOBATAN Untuk mencegah terjadinya komplikasi akibat penyumbatan usus, segera dilakukan kolostomi sementara. Kolostomi adalah pembuatan lubang pada dinding perut yang disambungkan dengan ujung usus besar. Pengangkatan bagian usus yang terkena dan penyambungan kembali usus besar biasanya dilakukan pada saat anak berusia 6 bulan atau lebih.

Jika terjadi perforasi (perlubangan usus) atau enterokolitis, diberikan antibiotik.

Bagaimana menangani ?

Secara klinis menurut dokter, bagian usus yang tak ada persarafannya ini harus dibuang lewat operasi. Operasi biasanya dilakukan dua kali. Pertama, dibuang usus yang tak ada persarafannya. Kedua, kalau usus bisa ditarik ke bawah, langsung disambung ke anus. Kalau ternyata ususnya belum bisa ditarik, maka dilakukan operasi ke dinding perut, yang disebut dengan kolostomi, yaitu dibuat lubang ke dinding perut. Jadi bayi akan BAB lewat lubang tersebut. Nanti kalau ususnya sudah cukup panjang, bisa dioperasi lagi untuk diturunkan dan disambung langsung ke anus. Sayang sekali kadang proses ini cukup memakan waktu lebih dari 3 bulan, bahkan mungkin hingga 6-12 bulan. Setelah operasi biasanya BAB bayi akan normal kembali, kecuali kasus tertentu misal karena kondisi yang sudah terlalu parah.

Untuk itu maka orang tua perlu memperhatikan kondisi bayinya dan melakukan pertimbangan-pertimbangan agar bayi segera tertagani dan tidak semakin parah kondisinya. Jangan sampai orang tua membiarkan hal ini sehingga perut si Bayi lama kelamaan semakin membesar sehingga ususnyapun menjadi semakin lebar, sedangkan di bagian bawah kecil sekali.

Pertanyaannya, apakah ada jalan lain SELAIN OPERASI? Inilah pertanyaan yang selalu menjadi pertanyaan kami juga. Jika berdasarkan dokter dan literatur kedokteran, ya tidak ada jalan lain. Namun dari beberapa tenaga pengobatan alternatif dan tradisional berpendapat bahwa masih bisa dilakukan penyembuhan tanpa operasi. Hanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena pada prinsipnya setiap bagian tubuh yang dialiri darah pasti mempunyai syaraf, walopun mungkin sedikit atau kurang aktif. Nah dengan metode pemijatan dan ramuan obat tradisional dapat di’aktif’kan kembali syaraf -syaraf tersebut. Beberapa yang dapat membantu proses kelancaran BAB akibat kelainan ini bisa dilakukan juga dengan mengkonsumsi pepaya yang sudah benar-benar matang, sayur daun ‘banci’ atau dengan sayur tumbuhan “Krokot’.

Namun demikian, memang semua itu mengandung risiko. Semua itu tergantung pada keyakinan dan kemantapan kita. Memperbanyak pengetahuan dan informasi mengenai penanganan dengan berbagai cara tentunya akan sangat membantu kita menentukan yang terbaik bagi si kecil yang terkena HIRSCHPRUNG.

http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit_Hirschsprung

Previous Older Entries

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.